Home > Opini > Memperhatikan Hak Orang Lain

Memperhatikan Hak Orang Lain

November 19th, 2008

Islam merupakan agama yang komplit dan menyeluruh. Islam mencakup segala aspek kehidupan manusia, yang salah satunya adalah bermuamalah. Tidak ada orang yang dapat hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain. Kita wajib menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita, karena hak yang kita miliki berdampingan dengan hak yang dimiliki orang lain, juga dalam hal ibadah.

Dalam melaksanakan ibadah, kita juga harus memperhatikan kondisi sekitar kita dan kepentingan orang lain. Misalnya, saat kita akan melaksanakan shalat di tempat umum, dan ternyata antrian orang yang akan berwudhu begitu panjang di belakang kita. saat tiba giliran kita berwudhu, (dengan kondisi antrian panjang itu) kita boleh mempercepat wudhu kita dengan hanya membasuh anggota wudhu kita satu kali saja. Memang, kita disunnahkan untuk membasuh anggota wudhu kita sebanyak tiga kali, tetapi dalam kondisi seperti itu, apalagi bila persediaan air wudhu dan waktu sholat terbatas, kita lebih baik mengambil risiko tidak mendapat pahala sunnah tersebut. namun, insya Allah, Allah meridhoi perbuatan kita karena niat kita adalah untuk mempercepat antrian yang notabene memenuhi hak orang lain untuk berwudhu juga. Bersikukuh melaksanakan ibadah sunnah tetapi mempersulit orang lain tentu tidak mencerminkan Islam sebagai rahmatan lil alamin, bukan?

Rasulullah SAW, teladan utama kita, memberi contoh dalam memberikan perhatian kepada kondisi sekitar saat beribadah. saat Beliau menjadi imam sholat, Rasulullah memperhatikan dan menyesuaikan dengan kondisi jamaahnya. Ketika jamaah sholat Rasulullah terdiri dari orang-orang lanjut usia, Rasul memilih untuk membaca ayat-ayat Al Qur’an yang tidak terlalu panjang. Hal itu semata-mata ditujukan untuk memenuhi hak orang lain, hak sesama Muslim.

Saudaraku, ketika kondisi memungkinkan, kita sangat dianjurkan untuk menjalankan ibadah-ibadah sunnah seperti yang telah Rasul contohkan. Namun, kita juga harus mengerti saat kondisi serba terbatas seperti gambaran di atas, kita punya tugas lain di pundak kita, yakni memenuhi hak saudara-saudara kita lainnya.

Wallahu a’lam bish showab.

Opini

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.