Home > Islami > Bulan Ramadhan, Bulan Penuh Prestasi

Bulan Ramadhan, Bulan Penuh Prestasi

September 9th, 2008

Bulan Ramadhan bukanlah bulan biasa-biasa saja bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat berbagai peristiwa penting yang amat bersejarah. Di sini, sejarah prestasi tersebut amatlah panjang. Memang sudah banyak blog dan situs yang membicarakan perihal ini. Namun, tidak ada salahnya pula bila saya mencoba mengutarakan kembali. Yang saya harapkan akan menambah variasi perspektif dalam melihat sejarah tersebut.


 

Nah, di antara sejarah gemilang kaum muslimin selama Ramadhan itu adalah sebagai berikut: Pertama, Perang Badar Kubra.

Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 hijriyah. Dimana pasukan “mini” kaum muslimin yang hanya berjumlah 300an orang bertempur melawan pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang lebih dengan persenjataan lengkap. Akhirnya, secara dramatis pasukan muslimin mampu mengalahkan pasukan Quraisy. Hasil ini memang tidak terlepas dari bantuan Allah SWT yang termaktub dalam Surat Ali Imran ayat 123:

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah.”

 

Kedua, Perang ‘Ain Jalut.

Perang ini terjadi pada tanggal 15 Ramadhan tahun 658 hijriyah, antara pasukan muslimin pimpinan Quthuz dan Baibars melawan pasukan Mongol pimpinan Kitbuqa. Perang yang sangat luar biasa, mengingat kekuatan kaum muslim melawan Bangsa Mongol relatif seimbang secara kuantitas. Akan tetapi, saat itu Mongol memang memiliki nama besar sebagai bangsa yang tidak pernah terkalahkan sebelumnya. Subhanallah memang. lagi-lagi Allah menunjukkan kekuasanNya dengan membantu kaum muslimin memenangkan peperangan tersebut.

 

Ketiga, Proklamasi Indonesia.

Proklamasi ini tanpa sering kita sadari jatuh bertepatan dengan hari Jum’at tanggal 9 Ramadhan. Ketika itu, Sukarno-Hatta ditemani tokoh-tokoh Nasional lainnya secara dramatis memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Suatu momentum yang menjadi motivasi besar bagi bangsa ini untuk melepaskan diri dari penjajahan.

 

Luar biasa bukan berkah bulan Ramadhan bagi Indonesia dan kaum muslimin?

 

Luar biasa memang, di saat lesu, letih, lemah karena puasa, sejarah membuktikan bahwa puasa bukanlah penghalang untuk berbuat sesuatu hal yang fenomenal. Maka dari itu, selagi Ramadhan masih berlangsung mari kita menebalkan azzam kita untuk mengejar “prestasi”. Minimal kita bisa mengejar dua hal pokok selama Ramadhan ini. Yaitu, khatam Al Qur’an selama Ramadhan. Rasulullah memang memiliki kebiasaan untuk mengkhatamkan Qur’an tiga kali selama Ramadhan, namun seperti kita pun bisa melakukannya meski dalam jumlah yang lebih minim, minimal sekali dalam sebulan itu sudah cukup baik.

 

Sedang yang kedua, konsistensi dalam Sholat Tarawih. Sholat yang hanya ada dalam Bulan Ramadhan ini memanglah unik. Sepuluh hari awal begitu ramai dijejali oleh kaum muslimin, sepuluh hari kedua terjadi “sedikit” penurunan, dan yang mengenaskan sepuluh hari terakhir kehilangan jama’ah, yang konon bersibuk ria untuk di pusat-pusat perbelanjaan. Mari kita berharap agar dapat mempertahankan diri tetap konsisten menjaga shalat tarawih sampai hari terakhir.

 

Terakhir, teringat sabda rasul yang berbunyi, ” Barangsiapa yang mengerjakan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Maka, Allah akan menghapus dosa-dosa yang telah lalu”. Tentu tak ada harapan lain, selain berharap bahwa keutamaan Ramadhan ini dapat kita kejar lewat keseriusan kita! Amien Ya Rabbal ‘Alamien…

 

 

Islami , , , ,

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.