Memandang Sebuah Kepercayaan
Tak banyak orang yang memikirkan arti sebuah kepercayaan. Memang hal tersebut terasa mengalir begitu saja, padahal kepercayaan itu erat kaitannya dengan kehidupan kita, misalnya ketika kita akan memilih pemimpin kita pasti dalam hati kita akan terukir rasa percaya kalau dia akan memimpin kita. Kenyataannya memang seperti itu bahwa kita harus percaya dulu kalau kita akan fokus atau memilih sesuatu. Benda/baju kita pilih karena kita percaya bahwa baju tersebut bagus dan cocok untuk kita. Begitulah fenomena hukum kepercayaan.
Rosulullah sendiri juga pernah tersegani oleh banyak orang karena dia memang orang yang dapat dipercaya sehingga mendapat gelar Al Amin. Memulai dari predikat itulah kemudian Rosulullah SAW menjadi orang yang dipercaya untuk menjadi pemimpin. Keterlibatan antara percaya dan amanah memang beda dalam segi bahasa saja. Pada dasarnya semua peranan dari amanah itu amatlah urgent.
Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak orang yang menerapkan prinsip amanah tersebut termasuk pada dirinya sendiri. Kalau kita telaah lebih lanjut lagi kalau kita tidak percaya pada diri sendiri bagaimana mungkin kita bisa percaya dengan orang lain? Tetapi ternyata kenyataannya berbeda. Kita misalkan saja orang yang tidak percaya diri ketika menghadapi ujian, dia malah kadang-kadang mengandalkan orang lain untuk membantunya ketika ujian. Bisa dimengerti bahwa itulah fenomena yang ada di sekitar kita. Tak aneh dan tak sengaja hal seperti itu mungkin bisa saja menghinggapi kita. Jadi kita harus hati-hati menghadapi hal tersebut dengan mendekatkan diri kita kepada Zat Yang Paling Kita Percayai.
Meminjam kata dari Drs. Sucahyo Wibowo guru sejarah SMA 1 Magelang bahwa krisis di negeri ini berawal dari krisis kepercayaan yang berakibat pada krisis multidimensi. Memang tidak mudah memaknai sebuah kepercayaan, hanya saja kita mungkin bisa melihat akibat dari gagalnya sebuah amanah atau kepercayaan tersebut.
Diskusi
ada seorang teman yang bertanya, “Kenapa dalam sebuah organisasi X ada suatu kerahasiaan menyangkut program kegiatan juga? padahal ikatan/ukhuwah dalam organisasi tersebut terbentuk dari sebuah kepercayaan. Apakah dalam organisasi tersebut sudah melupakan kepercayaan pada anggota-anggotanya?”
Nah bagi yang lewat di tulisan ini mungkin bisa kasih komentar………Jzk
tolong kalau mau buat artikel kasi nama terang…
ini artikel punya siapa ya?
Jangan lupa Rasulullah lebih dahulu mendapatkan gelar AL AMIEN sebelum gelar RASUL…
Artinya apa??…