Profil Dr. Fahmi Amhar
“Potret Kesuksesan Salah Seorang Pendiri Karisma”
“Ujian Agar Naik Kelas. Kalau kita sudah taat kepada Allah, kita sudah jalankan syariatnya, bisa saja Allah akan menguji kita lagi dengan berbagai bencana. Tetapi ini statusnya ujian, bukan azab.”
Usia muda tak menghalangi Fahmi Amhar berprestasi cemerlang. Kelahiran Magelang, 15 Maret 1968, ini meraih gelar “Doktor der technischen Wissenchaften” dari Technische Universitaet Wien (Vienna University of Technology) saat berumur 29 tahun. Ia harus menetap di Austria selama hampir 10 tahun untuk meraih gelar itu, setelah mendapat beasiswa dari Habibie, yang saat itu menjadi menteri riset dan teknologi.
Sejak muda, pria yang sempat kuliah di jurusan Fisika ITB selama satu semester itu menyukai dunia ilmiah. Lulusan SMAN 1 Magelang 1986 itu menjuarai Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI 1984-1986. Prestasi yang membuatnya ditawari masuk IPB tanpa tes oleh rektornya saat itu, Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, meski masih kelas 2 SMA.
Wawasan keislaman ayah Fitri Hasanah Amhar, Faizah Hidayati Amhar dan Fahri Hasanuddin Amhar itu tak kalah cemerlangnya. Fahmi mendapatkan pengetahuan Islamnya dari kegemarannya membaca dan mengikuti kajian di berbagai tempat. Kajian Kitab Kuning didapat dari ayahnya, Ustad Yusuf, training khatib di Masjid Jami’ Magelang (NU). Semasa SMA, dia pun ikut pula mendirikan Keluarga Remaja Islam Magelang (Karisma).
Di Austria, Fahmi menjadi motor pengajian mahasiswa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ia juga aktif di beberapa organisasi pergerakan seperti Pelajar Islam Indonesia (PII), kelompok mentoring Masjid Salman ITB, ICMI hingga Hizbut Tahrir. Pusat-pusat studi Islam pernah pula didatanginya antara lain Mekkah, Madinah, Kordoba, Istanbul hingga Mc Gill University di Kanada.
Saat ini, suami dr. Arum Harjanti itu bekerja sebagai Peneliti Utama bidang Sistem Informasi Spasial pada Badan Koordinasi Survei & Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), dan juga dosen luar biasa pada pascasarjana IPB dan Universitas Paramadina. Tahun 2001 Fahmi meraih penghargaan Peneliti Terbaik bidang Teknologi dalam Pemilihan Peneliti Muda Indonesia yang diadakan oleh LIPI.
Bukunya yang sudah terbit adalah Bunga Rampai Kajian Islam di Wina (Wapena, 1995), dan Buku Pintar Calon Haji (GIP, 1996). Tulisan populernya juga banyak dimuat di berbagai media nasional, seperti Republika, Kompas, Media Indonesia, Nebula, dan disimpan di ratusan website.
Lebih lanjut ingin berkenalan dengan Bapak Fahmi Amhar? Buka saja blog pribadinya di famhar.multiply.com
Kini, pertanyaanya siapa yang ingin mengikuti jejak Pak Fahmi??
(Admin: SAYA !!!)
Dikutip dari http://www.nebula165.com/artikel_dtl.php?id=31&nm_judul=Menu%20Utama dengan sedikit perubahan.
He..he..he..
Assakamu’alaikum
perkenalkan diri dulu, saya mahasiswa Unhas Jurusan Arsitektur, Prodi Pengembangan wilyah kota..saya melihat profil mengenai anda di berbagai media..n banyak mengetahui ttg GIS dan tata kota..saya berkeinginan untuk belajar lebih banyak tentng tata kota.. teritama tata kota dalam islam…sy sdah mncari namun belum mendptkan yang begitu kongkrit mngenai tata kota islam… mohon bantuan anda… makasih banyak