Teman sejati I
May 11th, 2008
Malam menjemput……..
Ku pun bertasbih, langit berjuta cahaya
Ku selalu menatapmu, mencarimu
Kulihat betapa indahnya engkau
demi hidupku, demi akhiratku
kau pun tak berbayang
walau seribu langkah ku gerakkan
tak kutemukan dirimu
walau ku selalu menginginkanmu
menemaniku setiap waktu,……
di bumi ini yang fana penuh kebohongan
di waktu aku menghadap-Nya
tapi dimanakah engkau berada……..
kapan kau bersama diriku
kapan kau membimbingku
mengingatkanku, menasehatiku
duhai teman sejatiku……..
beruntung sekali, apakah rasanya punya teman sejati…
dalam simpuh aku merasa hina sekali
dalam sujud aku merasa malu sekali
pantaskah, pantaskah, kumalu betapa banyak debu dihatiku
betapa tak pantas aku menghadap Dia
tapi aku takuuut sekali, Dia tak sudi mengampuni dan menatapku
Yaa Ghofaar
teman sejati itu seperti mata dan tangan
tangan terluka
mata menagis
saat mata menangis sebagai penghapus luka
tangan menyeka